Aku Viga ! Kamu ? Selamat Datang :)

Kamis, 24 Oktober 2013

Paris ...

Selama pemerintahan Louis XIV terdapat 853 jalan di Paris. Sekarang jumlah jalan di Paris ada lebih dari 5400! Jalan-jalan saat itu sangat sempit, terkadang kotor dan penuh lumpur.Adalah Raja Philippe Auguste yang meSebelum tahun 1728, karena orang tak bisa membaca, jalan-jalan diberi tanda yang dapat menjelaskan dirinya sendiri. Nama jalan tak ada (tanda pertama untuk jalan dibikin tahun 1728). Rumah juga tak bernomor.hanya rumah-rumah yang dibangun setelah tahun 1806 yang punya nomor.mutuskan untuk melapisi jalan dengan batu pipih dan licin. Melapisi jalan dengan batu pertama kali dilakukan pada kebanyakan jalan yang digunakan: "Saint-Jacques, Saint-Martin, Saint-Antoine dan Saint-Honoré" dan juga terhadap jembatan "Petit-Pont" serta jembatan "Pont au Change". Pada masa lalu jalan-jalan gelap serta berlumpur dengan hanya ada satu selokan di tengahnya.Kaki lima tidak ada tetapi dasar penanda kilometer digunakan untuk melindungi pejalan kaki dari lalu lintas.Hanya setelah berada di bawah kekuasaan Napoleon pertama pada tahun 1805 parit yang ditengah itu ditekan serta penanda kilometer mememberi kesempatan untuk lahirnya kaki lima.
  • Penerangan : Pada mulanya, jalan-jalan kota Paris diterangi dengan nyala lilin. Dengan tiang penerangan jalan dan pada tahun 1829 sistem penerangan pertama dipasang pada jalan besar.
  • Lalu lintas : Selamam beberapa abad, kereta ditarik oleh keledai atau kuda, tanpa menyebutkant jalan kaki. Itulah satu satunya alat transportasi. Dari abad 19, trolley merupakan alat transportasi utama yang populer. Jalan bawah tanah mulai dibangun tahun 1900. Kemudian pada abad 20 barulah muncul mobil yang pertama.
  • Air : air dari sungai merupakan sumber air utama yang digunakan.. Untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan air minum, Kaisar Julien (331-363), mendirikan sebuah saluran air antara lembah Bièvre sampai ke Arcueil.
Hunian sisi kiri dipakai pada masa Abad Pertengahan. Dibawah pemerintahan Raja Philippe Auguste, air dari "Pré-Saint-Gervais" serta yang dari "Belleville" dibawa dengan sebuah saluran air buatan yang dibuat dari semen untuk memberi air pada sejumlah air mancur. Di bawah pemerintahan Raja Henri IV persediaan air dilakukan dengan memakai air sungai Seine dengan cara memompa yang disebut "La Samaritaine" yang dipasang di "Pont-Neuf".Persediaan air minum serta sistem gotnya menggunakan air yang disaring dengan membuat sistem pembuangan sampah serta menebarkan pupuk di ladang.
JALAN JALAN KOTA PARIS YANG EKSTRIM
  • Jalan Vaugirard adalah yang terpanjang di Paris ( 4360 meter)
  • The rue des Degrès adalah yang terpendek yakni 5,75 meter
  • Avenue Foch selebar 120 meter
  • Jalan Chat qui Pêche (Jalan Pancing Kucing)
    merupakan jalan yang paling sempit, yakni selebar anatar 2,5 sampai 7 meter!

Sejarah Farmasi

Sejak masa Hipocrates (460-370 SM) yang dikenal sebagai “Bapak Ilmu Kedokteran”, belum dikenal adanya profesi Farmasi. Saat itu seorang “Dokter” yang mendignosis penyakit, juga sekaligus merupakan seorang “Apoteker” yang menyiapkan obat. Semakin berkembangnya ilmu kesehatan masalah penyediaan obat semakin rumit, baik formula maupun cara pembuatannya, sehingga dibutuhkan adanya suatu keahlian tersendiri. Pada tahun 1240 M, Raja Jerman Frederick IImemerintahkan pemisahan secara resmi antara Farmasi dan Kedokteran dalam dekritnya yang terkenal “Two Silices”. Dari sejarah ini, satu hal yang perlu digarisbawahi adalah akar ilmu farmasi dan ilmu kedokteran adalah sama.

Awal mula Kelahiran Ilmu Farmasi Farmasi (bahasa Inggris: pharmacy, bahasa Yunani: pharmacon, yang berarti : obat) merupakan salah satu bidang profesional kesehatan yang merupakan kombinasi dari ilmu kesehatan dan ilmu kimia, yang mempunyai tanggung-jawab memastikan efektivitas dan keamanan penggunaan obat. Ruang lingkup dari praktik farmasi termasuk praktik farmasi tradisional seperti peracikan dan penyediaan sediaan obat, serta pelayanan farmasi modern yang berhubungan dengan layanan terhadap pasien (patient care) di antaranya layanan klinik, evaluasi efikasi dan keamanan penggunaan obat, dan penyediaan informasi obat. Kata farmasi berasal dari kata farma (pharma). Farma merupakan istilah yang dipakai pada tahun 1400 - 1600an.
  1. Paracelsus (1541-1493 SM) berpendapat bahwa untuk membuat sediaan obat perlu pengetahuan kandungan zat aktifnya dan dia membuat obat dari bahan yang sudah diketahui zat aktifnya
  2. Hippocrates (459-370 SM) yang dikenal dengan “bapak kedokteran” dalam praktek pengobatannya telah menggunakan lebih dari 200 jenis tumbuhan.
  3. Claudius Galen (200-129 SM) menghubungkan penyembuhan penyakit dengan teori kerja obat yang merupakan bidang ilmu farmakologi.
  4. Ibnu Sina (980-1037) telah menulis beberapa buku tentang metode pengumpulan dan penyimpanan tumbuhan obat serta cara pembuatan sediaan obat seperti pil, supositoria, sirup dan menggabungkan pengetahuan pengobatan dari berbagai negara yaitu Yunani, India, Persia, dan Arab untuk menghasilkan pengobatan yang lebih baik.
  5. Johann Jakob Wepfer (1620-1695) berhasil melakukan verifikasi efek farmakologi dan toksikologi obat pada hewan percobaan, ia mengatakan :”I pondered at length, finally I resolved to clarify the matter by experiment”. Ia adalah orang pertama yang melakukan penelitian farmakologi dan toksikologi pada hewan percobaan. Percobaan pada hewan merupakan uji praklinik yang sampai sekarang merupakan persyaratan sebelum obat diuji–coba secara klinik pada manusia.
  6. Institut Farmakologi pertama didirikan pada th 1847 oleh Rudolf Buchheim (1820-1879) di Universitas Dorpat (Estonia). Selanjutnya Oswald Schiedeberg (1838-1921) bersama dengan pakar disiplin ilmu lain menghasilkan konsep fundamental dalam kerja obat meliputi reseptor obat, hubungan struktur dengan aktivitas dan toksisitas selektif. Konsep tersebut juga diperkuat oleh T. Frazer (1852-1921) di Scotlandia, J. Langley (1852-1925) di Inggris dan P. Ehrlich (1854-1915) di Jerman.
Demikian beberapa ulasan sejarah farmasi Dunia barat yang semuanya berawal dari Hipocrates yang dikenal sebagai bapak kedokteran, jika dilihat secara mendalam maka ilmu kefarmasian dan ilmu kedokteran memiliki sumber yang sama sehingga diharapkan keilmuan ini dapat bekerja sama untuk mencapai efek terapi yang maksimal bagi pasien.

Jumat, 18 Oktober 2013

Tempat Berhantu



01. Keene State College: Aula Huntress


Ada beberapa kampus yang memiliki asrama, lengkap dengan cerita horornya. Salah satu kampus itu adalah Keene State College. Hal menyeramkan sering terjadi di bagian Huntress Hall. Asrama ini awalnya dibangun pada tahun 1926 untuk menampung 157 mahasiswi. Nama asrama ini berasal dari seorang wanita Harriet Lane Huntress (1860 - 1922).

Pada saat perang dunia kedua, asrama ini terpaksa menampung mahasiswa yang dilatih untuk ikut berperang. Masih ada beberapa mahasiswi dengan jumlah yang lebih sedikit. Hal ini membuat hantu Harriet marah, dia sepertinya tidak suka jika asramanya dihuni banyak pria.

Kursi roda yang dulu sering dia pakai sering terdengar berjalan sendiri atau dibenturkan pada dinding. Menurut kabar, hal ini masih sering terjadi sampai sekarang.


02. Universitas St. Mary’s Minnesota: Aula Heffron


Ada kisah tragis di balik keangkeran kampus St. Mary’s University di Minnesota. Pada tahun 1915, Uskup Patrick Heffron ditembak hingga meninggal sebuah kapel kampus. Pelaku penembakan itu adalah Bapa Lesches, yang pada akhirnya dirawat di Rumah Sakit Negara Minnesota karena dianggap bermasalah secara mental dan berbahaya.

Akibat kejadian itu, para mahasiswa St Mary bahwa aula Heffron (dibangun untuk menghormati Uskup Patrick Heffron) menjadi angker. Sejak dibangun pada tahun 1921, sering terlihat penampakan dan kejadian aneh di sana. Para mahasiswa sering melaporkan melihat hantu Uskup Heffron melayang di lantai tiga dan empat.


03. Universitas Fordham


Kisah kampus angker karena di bangunan di atas lahan bekas rumah sakit atau kuburan tidak hanya terjadi di Indonesia. Hal yang sama terjadi pada Universitas Fordham. Kampus ini dibangun di atas bukit angker bernama Rose Hill Manor dan sebuah rumah sakit lokal.

Para mahasiswa sering melaporkan adanya gangguan gaib atau penampakan di sekitar kampus, terutama daerah di sekitar aula Keating. Meraka yang berada di sekitar aula tersebut sering merasakan sentuhan tanpa rupa atau melihat penampakan. Dahulu, aula tersebut adalah bekas terowongan yang terhubung dengan kamar mayat.


04. Wells College: Gedung Utama


Satu lagi kampus yang memiliki kisah tragis dan menyeramkan. Wells College memiliki kisah horor yang cukup menakutkan, terutama di gedung utama. Dikabarkan, setiap ruangan di gedung utama memiliki masa lalu yang suram dan sering terjadi hal-hal aneh yang tidak bisa dijelaskan dengan logika.

Dahulu, saat ilmu kedokteran baru berkembang, terjadi wabah flu yang menyerang rumah sakit kampus. Karena banyaknya korban, gedung utama kampus digunakan sebagai kamar-kamar pengobatan. Banyak mahasiswa yang tidak selamat dari wabah tersebut. Bahkan ada kejadian aneh, beberapa mahasiswa membakar tangannya sendiri.


05. Gettysburg College: Brua Hall


Kisah perang selalu meninggalkan banyak korban jiwa dan menyisakan arwah penasaran yang terus menghantui hingga sekarang. Hal ini terjadi pada kampus Gettysburg. Di tempat tersebut, pernah terjadi pertempuran berdarah yang menewaskan banyak tentara. Hasilnya, banyak mahasiswa melaporkan penampakan atau gangguan.

Ada beberapa hantu yang baik dan sering bercanda dengan para mahasiswa, mereka dikatakan sebagai hantu dengan sosok pria tua. Ada juga hantu yang sering melayang atau berjalan di lorong-lorong. Kebanyakan, hantu yang muncul tidak memberi gangguan yang parah.


06. Universitas Truman State: Aula Baldwin


Para mahasiswa Universitas Truman banyak yang sudah akrab dan terbiasa dengan salah satu hantu paling terkenal di kampus, yaitu hantu dari aula Centennial bernama Joan. Ada juga hantu anak laki-laki yang sering tampak di sekitar Aula Grim selama beberapa dekade. Seringnya kemunculan kedua hantu itu dianggap biasa oleh mahasiswa.

Namun ada juga hantu lain yang datang die Aula Baldwin dan sering mengganggu. Beberapa orang yang dipercaya bisa mengusir hantu sudah sering mengusir hantu-hantu 'nakal' tersebut, namun tetap saja akan datang hantu-hantu lain dan memberi gangguan.


07. Universitas Vermont


Sebuah kampus memang tidak lengkap tanpa kisah hantu di dalamnya. Universitas Vermont mungkin menjadi salah satu kampus yang cukup fenomenal dalam hal ini. Keangkerannya membuat beberapa orang mempertimbangkan keputusan untuk menuntut ilmu di sana.

Disebutkan bahwa mahasiswa dari berbagai fakultas di sana sering melihat hantu-hantu yang tidak jelas wujudnya. Penampakan itu sering tampak di sekitar kampus, mereka biasanya mengambang. Menurut cerita, hantu-hantu itu adalah mahasiswa atau mahasiswi yang bunuh diri di dalam kampus.


08. Universitas Akron: The Hower House


Ada banyak bangunan kampus memiliki masa lalu yang suram, menyimpan dendam dan terus melakukan gangguan hingga sekarang. Salah satu bagian Universitas Ankron dikabarkan sangat angker yaitu The Hower House atau Rumah Hower.

Menurut kisah yang beredar, Rumah Hower adalah bekas rumah yang memiliki kisah kelam. Hantu Hower yang sering muncul adalah hantu perempuan. Hantu itu masih menunjukkan dendam karena suaminya pernah berselingkuh dan menyebabkan kematiannya. Banyak tamu laki-laki dan pekerja kampus yang sering diganggu oleh hantu perempuan itu.

Hutan Aokigahara, Hutan Angker Tempat Bunuh Diri orang Jepang

Kawasan hutan lindung Aokigahara di Jepang selama ini terkenal dengan dua hal. Pertama, hutan di sebelah barat Ibukota Tokyo ini menyajikan pemandangan Gunung Fuji yang indah dengan udara yang menyegarkan. Namun, hal berikut yang membuat hutan ini menyajikan suasana angker adalah di situlah tempat favorit untuk bunuh diri. Konon, tak sedikit mayat orang-orang yang bunuh diri di sana tak lagi ditemukan. 

Seorang pria bernama Taro nyaris menjadi “penghuni baru” Aokigahara. Menjadi korban PHK (pemutusan hubungan kerja) di suatu pabrik baja, Taro merasa hidup tak lagi berarti
“Keinginan untuk hidup telah pupus,” kata Taro seperti dikutip stasiun televisi CNN. “Saya sudah kehilangan jati diri sehingga tak mau lagi berada di dunia ini. Oleh karena itulah saya ke sana,” lanjut pria berusia 46 tahun itu, yang enggan menyebutkan nama lengkapnya
Sudah kehilangan pekerjaan, utang yang harus ditanggung Taro juga menumpuk. Dia pun diusir dari wisma milik perusahaan yang memecatnya. “Kita kan perlu uang untuk terus hidup. Kalau punya pacar, kita juga butuh uang, apalagi kalau sudah menikah. Pokoknya uang itu selalu penting seumur hidup,” kata Taro.

Itulah sebabnya, suatu hari dia membeli tiket kereta dari Tokyo menuju kawasan hutan Aokigahara. Sesampai di sana, Taro tak ragu mengiris urat nadi di ujung pergelangan salah satu tangannya.

Malang bagi Taro, bunuh diri itu tak membuat dia langsung tewas. Selama berhari-hari dia terkapar di semak-semak sambil menderita kelaparan, dehidrasi dan radang dingin (frostbite).

Maut tak kunjung menjemput, malah nyawa Taro berhasil diselamatkan. Itu berkat seorang penjelajah (hiker) yang tak sengaja tersandung badan Taro ketika sedang menikmati perjalanan di hutan Aokigahara.
Kendati tak jadi mati, Taro bakal kehilangan sejumlah jari di kaki kanannya akibat menderita radang dingin. Tak jelas, sembari terbaring lemah di rumah sakit apakah Taro sesudah sembuh nanti akan tetap berusaha mengakhiri hidupnya atau malah kapok bunuh diri.


Kisah Taro itu membuktikan bahwa Hutan Aokigahara lagi-lagi dikunjungi oleh orang yang sudah merasa tak lagi punya harapan hidup. Tingkat bunuh diri tertinggi di Jepang justru berasal dari kawasan hutan itu, yang juga dikenal dengan sebutan “Lautan Pohon.”

Jepang sendiri sudah dikenal sebagai negara yang memiliki tingkat bunuh diri tertinggi di dunia. Dikhawatirkan, saat krisis keuangan global sudah menjarah ke Jepang, tingkat bunuh diri di Negeri Sakura itu bisa-bisa bertambah.

Menurut data pemerintah Jepang, seperti dikutip CNN, di bulan Januari 2009 tercatat 2.645 kasus bunuh diri. Artinya, naik 15 persen dari periode yang sama tahun 2008, saat itu hanya 2.305 kasus.

Pemerintah Jepang mengaku bahwa bunuh diri sudah menjadi prioritas utama yang harus diatasi. Bahkan, pemerintah bertekad akan mengurangi tingkat bunuh diri lebih dari 20 persen pada tahun 2016.

Masalahnya, upaya mengurangi bunuh diri saat ini menghadapi tantangan berat. Itu karena di tengah krisis keuangan global, banyak perusahaan jatuh bangkrut atau sedang sekarat sehingga harus menerapkan PHK atas pekerja-pekerja seperti Taro.

Maka, pihak berwenang berupaya memperketat pengawasan di sekolah-sekolah maupun tempat-tempat kerja yang menjadi lokasi bunuh diri. Mungkin yang lebih penting adalah sering-sering berpatroli di Hutan Aokigahara supaya tidak lagi didatangi orang-orang yang mau mengakhiri hidupnya.

“Apalagi bulan Maret ini merupakan akhir tahun anggaran. Bisa jadi makin banyak orang yang datang ke tempat ini karena krisis ekonomi,” kata Imasa Watanabe, pejabat Prefektur (setingkat provinsi) Yamanashi yang menguasai Hutan Aokigahara.

“Maka saya bercita-cita menghentikan bunuh diri di hutan ini. Namun sulit untuk mencegah semua kasus ini,” kata Watanabe.(http://lazyardi.wordpress.com/2010/06/08/hutan-aokigahara-hutan-angker-tempat-bunuh-diri-orang-jepang/)